Archive for Maret, 2008

29
Mar

Apa Salah Komik?!

Apa sih kesan yang pertama kali muncul dari bacaan bernama komik? Bacaan anak-anak yang sederhana dengan gambar dan cerita. Ya, komik cenderung dikategorikan sebagai bacaan anak-anak untuk hiburan. Bahkan tidak sedikit orangtua yang menganggap komik tidak layak dikonsumsi anak-anak karena isinya yang sama sekali tidak mendidik. Tidak hanya itu, selain di cap buruk di masyarakat, komik juga merupakan bacaan terlarang berada di perpustakaan. Bahkan tidak jarang siswa dihukum karena membawa komik ke sekolah.

Sebenarnya tidak sepenuhnya benar seperti itu. Komik bukan hanya adalah bacaan anak-anak. Di Jepang, yang merupakan pengekspor komik terbesar di Indonesia, komik tidak hanya dikategorikan sebagai bacaan anak-anak saja, tetapi juga ada yang dikategorikan bacaan remaja hingga dewasa tergantung dari isi komik itu sendiri. Namun, setelah komik-komik tersebut masuk ke Indonesia, penyensoran dan pengkategorian komik menjadi berubah drastis. Ada komik untuk dewasa dikategorikan komik anak-anak, misalnya saja adalah komik Crayon Shinchan, hampir tak ada anak yang tidak mengenal komik yang satu ini. Padahal di Jepang, komik Crayon Shinchan dikategorikan sebagai bacaan dewasa. Itu adalah sedikit contoh bagaimana pengkategorian komik di Indonesia kurang berjalan baik.

Kembali ke permasalahan awal, komik tidak hanya berisi cerita yang hanya sekadar cerita. Sepanjang saya sendiri mengkonsumsi komik sedari kecil, di balik cerita-cerita dalam komik yang notabene sering diasumsikan tidak mendidik oleh kebanyakan orang, di sisi lain komik juga menyiratkan pesan moral. Antara lain tentang persahabatan, perjuangan hidup, prinsip, kesetiakawanan, konflik, kepahlawanan, bahkan sampai nasionalisme.

Sebagai contoh, komik yang saya sendiri sangat menyukainya karena pesan moral yang dikandungnya, adalah komik Whistle. Komik ini menceritakan tentang seorang anak SMP yang berusaha keras untuk menjadi seorang pemain sepakbola profesional. Padahal pada awalnya dia hanyalah seorang pemungut dan pembersih bola. Tetapi karena sangat menyukai sepakbola, dengan usaha yang dimulainya dari nol itulah akhirnya ia bisa merangkak naik sedikit demi sedikit menjadi pemain yang bisa diandalkan oleh timnya. Pengarang komik ini, Daisuke Higuchi, seolah ingin mengatakah bahwa seburuk apapun kemampuan seseorang dalam suatu bidang, asalkan menyukainya dan terus maju untuk menggapainya, tidak ada yang tidak mungkin.

Itu hanyalah salah satu dari sekian banyak komik yang beredar. Memang tidak dipungkiri bahwa ada komik-komik yang mengetengahkan tentang kekerasan, semisal komik Naruto, Dragon Ball, dll. Namun, dibalik itu semua juga tersirat makna bahwa kebaikan selalu menang atas kejahatan.

Contoh di atas adalah jenis komik yang mengetengahkan tentang perjalanan kehidupan manusia. Namun, sekarang ini pun tidak sedikit komik-komik tentang pendidikan. Seperti komik hasil karya seorang fisikawan Indonesia, Prof. Yohanes SuryaPhD, yang dibawakan ala komik Jepang atau Manga dengan tokohnya Archi dan Meidy. Komik yang bertema tentang fisika ini menceritakan tentang sepasang anak kembar yang menjalani kehidupan sebagai anak sekolah dasar. Segala kejadian dalam kehidupan mereka di sekolah dan rumah, sesuai dengan konsep dari ilmu-ilmu dasar fisika. Petualangan yang terjadi juga diselingi dengan humor-humor segar. Merupakan media yang mengasyikkan sekaligus bisa mendidik anak untuk belajar Fisika.

Jadi, janganlah selalu menjadikan komik sebagai tersangka utama dalam kemalasan sang anak belajar. Bukan salah komik jika anak lebih suka membacanya daripada buku pelajaran. Peran para orangtua sendiri juga tidak bisa lepas dari permasalahan ini. Orangtua seharusnya dapat bertindak secara bijak dalam mendisiplinkan anak-anak mereka. Jangan selalu mengkambinghitamkan komik sebagai biang keladi.

Akhirnya, saya hanya dapat mengatakan bahwa kita harus lebih selektif dalam memberikan bacaan untuk anak. Jika hanya buku pelajaran saja, tentu anak akan bosan. Cobalah memberi anak komik-komik yang bertema pendidikan. Anak-anak mendapatkan hiburan yang menyegarkan sekaligus dapat belajar dari komik-komik tersebut…

Mari kita kembangkan komik pendidikan… Mengemas pendidikan dalam bacaan menghibur seperti komik, tidak ada ruginya, bukan?

22
Mar

Pemandangan di Langit Malam

Aku teringat saat melihat langit malam di bulan puasa tahun lalu, indah sekali… Sehingga muncul di benakku, sebenarnya ada berapa bintang di jagat raya ini? Sekarang, aku jadi merasa bodoh, untuk apa aku tanyakan hal seperti itu… pada diri sendiri pula. Bukankah sudah amat jelas, di jagat raya ini bintang amatlah banyak, terlalu banyak sehingga para ilmuwan pun menamai bintang hanya dari yang paling terang di rasinya masing-masing saja.

Ngomong-ngomong soal rasi bintang atau bahasa ilmiahnya konstelasi, ternyata sudah ada sejak jaman dulu. Sejak peradaban kuno, tepatnya jaman Babilonia kuno, bintang-bintang yang berdekatan dan menyerupai bentuk tertentu dikelompokkan dan diberi nama. Nah, kelompok bintang inilah yang kemudian disebut sebagai konstelasi (rasi). Tahun 1928, International Astronomical Union meresmikan 88 rasi bintang; 48 dari peninggalan yunani kuno, 40 dari belahan bumi selatan.

Di luar 88 rasi bintang ini, ada juga pengelompokan bintang yang dinamai asterism. Contohnya saja, ada pleiades, summer triangle (belahan bumi selatan) a.k.a winter triangle (belahan bumi utara), salib utara, dll.

gugus bintang pleiades

Gb. Gugus bintang Pleiades, sebuah gugus terbuka di rasi Taurus

Jika ingin melihat daftar rasi bintang, klik disini

Klo yang ini, daftar rasi bintang berdasarkan luas

klik disini

22
Mar

Dunia dalam Tegar

Bila kita lihat kembali bumi sekarang… apa yang dapat terlihat kini? keruh. Bumi tak lagi tampak bersih. Banyak sekali pencemaran yang terjadi, mulai dari air, darat, udara…tak ada yang luput dari polusi… penebangan pohon secara liar, penggundulan hutan, pembakaran hutan, penambangan liar… entah berapa banyak lagi kerusakan bumi karena ulah manusia. Dan topik yang sekarang sedang panas-panasnya adalah global warming alias pemanasan global.

Hingga akhirnya ketika dunia mulai marah, ketika bencana alam mulai melanda, siapa yang patut untuk dipersalahkan? Semua manusia yang punya hati pasti akan tersadar kalau semua yang terjadi adalah ulah mereka sendiri. Siapa yang menanam pasti akan menuai. Umat manusia mulai bertindak dengan gencar memprotes perusakan terhadap bumi, mulai memasang spanduk mengenai peringatan akan pemanasan global. Mereka tidak hanya bicara, tapi juga mulai bertindak. Hanya saja, apa yang telah dilakukan sedikit terlambat…akan butuh waktu puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan tahun agar segalanya kembali normal. Tetapi, apakah kita akan diberi banyak waktu untuk itu? bagaimana generasi sesudahnya? apakah mereka akan melanjutkan perjuangan manusia masa sekarang? tak ada yang tahu.

Tapi manusia tak akan pernah kehilangan harapan untuk mendiami bumi yang lebih baik. Tak akan pernah. Namun, semua akan sia-sia saja jika tak ada penanganan serius dari semuanya. Tak perlu banyak bicara tentang hal-hal besar yang belum tentu bisa terealisasi dengan baik. Tak perlu banyak bicara. Hanya tindakan riil yang dibutuhkan untuk ini semua. Sekecil apapun itu. Bukan obrolan yang tak punya arah, bukan perdebatan panjang yang tak tahu mana ujung mana pangkal, bukan sekedar coba-coba, melainkan tindakan. Benar-benar tindakan. Tindakan nyata untuk dunia yang telah terluka oleh ulah kaki-tangan manusia.

Dan pada akhirnya, manusia perlu merenung. Renungan untuk bumi. Lalu bertindaklah sebelum betul-betul terlambat.

Dunia dalam Tegar

 

 

Sesosok pagi itu datang
Menghadirkan semangat
Meski hanya sebentang cakrawala

 

Sapaan alam yang menggema
Mengusik diri yang menyepi
Mengguratkan pesan sebuah nama

Alam…
Topangan hidup para insan-Nya
yang seolah lupa
akan bisikan dari surga

 

Belaian angin…
Arakan awan…
Deburan ombak…

 

Seakan menanti tangan-tangan itu
Membenamkannya ke dasar hati manusia
Tak ada yang salah dengan alam

 

Meski kelam membelam
Meski tangan-tangan itu berulah
Meski kehendak tak tersampaikan
Dunia tetap mengulum senyum

 

Tak terhitung derita dunia
Oleh tangan-tangan makhluk-Nya
Tangan jahanam yang merambah jantung dunia

 

Kita…
Manusia…
Insan dunia yang durhaka pada ibu pertiwi
Pantaskah kita menghirup nafas kehidupan…
Setelah kita menoreh luka pada dunia?
Pantaskah kita?

 

Sesaat dunia marah
Sesaat kita tersadar
Sesaat dunia tertawa
Sesaat itu kita kembali lupa

 

Namun…
Dunia tetap mengulum senyum
Senyum yang takkan pernah lenyap
Dari wajah dunia yang telah luka…




Lovely Quote

Komentar Terakhir

 

Maret 2008
M S S R K J S
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

cbox