Tahukah kau?
Hati yang terlelap oleh kelam
Mengabutkan kenangan yang ternistakan
Apa kau dengar irama itu?
Lantunan nada yang begitu merdu
Namun sarat oleh kepedihan
Dalam dirinya…
Yang hanya mengenal malam semata
Terlunta dalam siang yang benderang
Mata itu kembali sayu
Tak seorangpun makhlukNya
Dapat mengalahkan kesepian
Dirinya juga…
Ah… meski kadang angin dingin menerpa
Dia bertahan dalam tegar
Pergilah…
Rajut kembali sayapnya yang t’lah patah
Bawa ia…
Keluar dari kegelapan
Archive for April 15th, 2008
Jiwa yang Senyap
Never Die Hope
As soon as a meeting
I’m coming
Waiting a figure who don’t know when will appear
When I’m open the same door
Straight and straight look for
The existence what never exist
In the end…
That figure never come
The rest is only an empty
In spite of…never any regret
Because I believe
Like a star’s light in the deep sky
Like make a wish to a falling star
Like that I believe
Until the end…
If many people still have a trust
The hope never die from the human’s heart
Penantian Terakhir
Suatu waktu dia terjaga
Dalam Kesendirian yang pekat
Menunggu datangnya sang waktu
Langkah-langkah kaki kecil itu
Mengalun merdu mengiringi jutaan rindu
Menggemakan salam seorang sahabat
Di suatu masa bernama pertemuan
Dalam penantian dan keputusasaan
Hadir pelita harapan
Dalam gelapnya kesendirian
Hadir secercah cahaya
Membungkus diri yang begitu nista
Oleh derita yang membutakan
Ada masa bernama pertemuan
Ada pula masa bernama perpisahan
Diri itu kembali sendiri
Dan pada akhirnya…
Ketika sang waktu datang menjemput
Senyum simpul terhias di wajah polos itu
Pertanda terhapusnya derita
Gerimis turun pagi ini
Hangat mengiringi kepergiannya
Perlahan membelai jejaknya
Ketika datang suatu masa
Dia tidak sendiri lagi
Jawabmu
ketika awan hitam menyelimuti bumi…
ketika sang langit mulai menangis
ketika sang mentari tak menyinari
seketika itu segala sirna
dalam kegelapan hatiku…
dalam keheningan yang menyesakkan
kau hadirkan pelita kecil
tuk jadi petunjuk dalam hidupku
namun kini…
lambat tapi pasti
pelita itu meredup…dan terus meredup
hatiku kembali hampa
hanya satu tanya
kuingin satu jawab tulus darimu
sahabat…
lupakah kau padaku?
Komentar Terakhir