Hawa gersang menggelepar jalanan
Melambai menjerat siapa yang lewat
Hanya sebatas angin itu tersisa
meniupkan roh sasar ke segala arah
Kami hidup diantaranya
Ia hidup diantara kami
Tapi ia bebas…
Dan mengikat kami dalam belenggu bernama ‘nafas’
Kami ada karena ia ada
Andai ia hilang, kami lenyap bersamanya
Sehelainya kami hirup
Sedikit demi sedikit
Tanpa pernah habis
Angin memberi kami kehidupan
Juga memberi kami kematian
Kami datang dan pergi kapan saja
Tapi angin…
Selamanya ia selalu ada
Bebas dan selalu ada
by Aoko
Menunggu jam kuliah, Ruang D3. 203 FMIPA UNY
Senin, 23 Maret 2009
0 Responses to “Angin”
Leave a Reply