Archive Page 2

18
Apr

Nagareboshi (Bintang Jatuh)

Sora wo miagereba
Hoshitachi ga hora matataiteru
Kono hoshi no hitotachi mitai ni
Samazama na hikari wo hanatte
Sou sou dakara boku mo
Hitokiwa kagayaite itain da
Me wo tojite kokoro ni chikau
Nagareboshi ni yume wo takushite

Koko wa itsumo no kouen
Yakei ga mieru
Suberidai no ue
Mukashi kara boku no tokutouseki
Nayami ga areba koko ni kurun desu
Ano koro no mama yume no tochuu de
Ima de kanaerarezu ni irun desu
Moshikashite koko ga mou shuuten
Nante yowane wo haite shimaisou na hi mo aru
Demo sono tabi ni omoidasu
Nagareboshi wo sagashite ano hoshizora
Chiisana koro no negaigoto
Ima mukashi mo kawaranai mama

Sora wo miagereba
Hoshitachi ga hora matataiteru
Kono hoshi no hitotachi mitai ni
Samazama na hikari wo hanatte
Sou sou dakara boku mo
Hitokiwa kagayaite itain da
Me wo tojite kokoro ni chikau
Nagareboshi ni yume wo takushite

Yoru no kousha nakama to shinobikomi
Koe wo hisome kanaame yojinobori
Hiruma to chigau kao no guraundo wo se ni
Mezashita basho wo “puuru” to iu na no umi
Mizugi nante mon wa nai kara minna suppadaka
Dareka ga kisei wo hasshite tobikonda
Yoru no tobari ni hibiku mizushibuki
Ato ni tsuzuke to bakari ni minna, issai ni haitte
Sora miage pukapuka ukanda
Me no mae ni aru hoshi wo nagame ooku no yume katariatte
Sagashita ne ano nagareboshi

Sora wo miagereba
Hoshitachi ga hora matataiteru
Kono hoshi no hitotachi mitai ni
Samazama na hikari wo hanatte
Sou sou dakara boku mo
Hitokiwa kagayaite itain da
Me wo tojite kokoro ni chikau
Nagareboshi ni yume wo takushite

Miageta sora ni musuu no hoshii
Ima mo mukashi mo kawaranai shi
Yume wa hate shinaku kuruoshikute
Ano hoshi no you ni sugoku mabushii

Hey! Sonna ni utsumuite bakari icha
Mieru mono mo mienaku naru kara
Sora miagete keep your head up!!
Hey! “Miageta sora ni ima, nani wo omou?”
Itsuka kirameku ano hoshi no you ni…
I wanna shine

Sora wo miagereba
Hoshitachi ga hora matataiteru
Kono hoshi no hitotachi mitai ni
Samazama na hikari wo hanatte
Sou sou dakara boku mo
Hitokiwa kagayaite itain da
Me wo tojite kokoro ni chikau
Nagareboshi ni yume wo takushite

Terjemahan :

Ketika aku memandang langit
Bintang-bintang terlihat berkilauan
Masing-masing memancarkan cahayanya sendiri
Seperti semua orang di planet ini
Yeah, begitu juga denganku
Ingin bercahaya dengan sangat cemerlang
Aku menutup mataku dan berjanji dalam hati
Dan mempercayakan mimpiku pada bintang jatuh

Aku berada di tamanku yang biasa
Aku bisa melihat pemandangan malam
Di atas luncuran ini
Yang sudah menjadi bangku spesialku selama bertahun-tahun
Kapanpun aku mencemaskan sesuatu, aku datang kesini
Seperti dulu, aku sedang munuju mimpiku
Tapi aku tak mampu untuk menepati itu semua
Mungkin ini adalah akhir dari suatu baris
Ada hari-hari dimana aku mengatakan sesuatu seperti itu
Tapi setiap waktu, aku ingat
Langit penuh bintang dimana aku melihat bintang jatuh
Harapan yang kubuat ketika aku kecil
Tak pernah berubah sampai sekarang

Ketika aku memandang langit
Bintang-bintang terlihat berkilauan
Masing-masing memancarkan cahayanya sendiri
Seperti semua orang di planet ini
Yeah, begitu juga denganku
Ingin bercahaya dengan sangat cemerlang
Aku menutup mataku dan berjanji dalam hati
Dan mempercayakan mimpiku pada bintang jatuh

Bersembunyi di halaman sekolah di malam hari bersama teman-temanku
Kami memanjat pagar berengsel rantai
Halaman terlihat berbeda dibanding saat siang hari
Kami menuju kolam yang kami sebut lautan kami
Kami tidak punya celana renang, jadi kami melepas semua pakaian kami
Seseorang melompat dengan gaya aneh
Suara ceburan menggema menerobos malam
“Setelah dia!” Semua orang bertumpukan lagi
Kami dengan lembutnya mengapung, menatap langit
Memandang bintang di atas kami, dan ngobrol tentang mimpi
Dan mencari bintang jatuh

Ketika aku memandang langit
Bintang-bintang terlihat berkilauan
Masing-masing memancarkan cahayanya sendiri
Seperti semua orang di planet ini
Yeah, begitu juga denganku
Ingin bercahaya dengan sangat cemerlang
Aku menutup mataku dan berjanji dalam hati
Dan mempercayakan mimpiku pada bintang jatuh

Menatap langit, ada banyak sekali bintang
Jumlah yang sama, sekarang ataupun beberapa tahun yang lalu
Mimpiku menyedihkan dan gila
Cahaya yang tak terlihat, seperti bintang itu

Hey! Jika kau tetap memangku kepalamu dengan tanganmu seperti itu
Kau takkan pernah bisa melihat sesuatu yang bisa kau lihat
Lihatlah langit, dongakkan kepalamu
Hey! “apa yang kau pikirkan tentang langit yang kau lihat?”
Suatu hari, seperti bintang yang bersinar itu
Aku akan bersinar

Ketika aku memandang langit
Bintang-bintang terlihat berkilauan
Masing-masing memancarkan cahayanya sendiri
Seperti semua orang di planet ini
Yeah, begitu juga denganku
Ingin bercahaya dengan sangat cemerlang
Aku menutup mataku dan berjanji dalam hati
Dan mempercayakan mimpiku pada bintang jatuh

15
Apr

Jiwa yang Senyap

Tahukah kau?
Hati yang terlelap oleh kelam
Mengabutkan kenangan yang ternistakan
Apa kau dengar irama itu?
Lantunan nada yang begitu merdu
Namun sarat oleh kepedihan
Dalam dirinya…
Yang hanya mengenal malam semata
Terlunta dalam siang yang benderang
Mata itu kembali sayu
Tak seorangpun makhlukNya
Dapat mengalahkan kesepian
Dirinya juga…
Ah… meski kadang angin dingin menerpa
Dia bertahan dalam tegar
Pergilah…
Rajut kembali sayapnya yang t’lah patah
Bawa ia…
Keluar dari kegelapan

15
Apr

Never Die Hope

As soon as a meeting
I’m coming
Waiting a figure who don’t know when will appear
When I’m open the same door
Straight and straight look for
The existence what never exist
In the end…
That figure never come
The rest is only an empty
In spite of…never any regret
Because I believe
Like a star’s light in the deep sky
Like make a wish to a falling star
Like that I believe
Until the end…
If many people still have a trust
The hope never die from the human’s heart

15
Apr

Penantian Terakhir

Suatu waktu dia terjaga
Dalam Kesendirian yang pekat
Menunggu datangnya sang waktu

Langkah-langkah kaki kecil itu
Mengalun merdu mengiringi jutaan rindu
Menggemakan salam seorang sahabat
Di suatu masa bernama pertemuan

Dalam penantian dan keputusasaan
Hadir pelita harapan
Dalam gelapnya kesendirian
Hadir secercah cahaya
Membungkus diri yang begitu nista
Oleh derita yang membutakan

Ada masa bernama pertemuan
Ada pula masa bernama perpisahan
Diri itu kembali sendiri

Dan pada akhirnya…
Ketika sang waktu datang menjemput
Senyum simpul terhias di wajah polos itu
Pertanda terhapusnya derita

Gerimis turun pagi ini
Hangat mengiringi kepergiannya
Perlahan membelai jejaknya
Ketika datang suatu masa
Dia tidak sendiri lagi

15
Apr

Jawabmu

ketika awan hitam menyelimuti bumi…
ketika sang langit mulai menangis
ketika sang mentari tak menyinari
seketika itu segala sirna

dalam kegelapan hatiku…
dalam keheningan yang menyesakkan
kau hadirkan pelita kecil
tuk jadi petunjuk dalam hidupku

namun kini…
lambat tapi pasti
pelita itu meredup…dan terus meredup
hatiku kembali hampa

hanya satu tanya
kuingin satu jawab tulus darimu
sahabat…
lupakah kau padaku?

10
Apr

Selamatkan Bumi Kita

[Estimasi] Bumi makin panas

Tahun 2040 : 2000 pulau tenggelam

Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah suatu masalah yang perlu kita risaukan.

“Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?” barangkali begitulah Anda berpikir.

Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC) mempublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 – 0,3o C. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.

Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C per tahun. Tanda yang kasat mata adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia , yaitu Gunung Jayawijaya di Papua.

Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daerah-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.

Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi – termasuk laut di seputar Indonesia – terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.

Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR), menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah) yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer). Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan-lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi.

Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi. Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.

Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya
udara Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih.

Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk anak-anak kita nanti.

Cara-cara praktis dan sederhana ‘mendinginkan’ bumi :

1. Matikan listrik.
(jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).

2. Ganti bohlam lampu ke jenis CFL, sesuai daya listrik.
Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).

3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).

4. Jika terpaksa memakai AC….
Tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).

5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).

6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.

7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.

8. Jemur pakaian di luar.
Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.

9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).

10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).

11. Say no to plastic.
Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.

12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.

Artikel ini diambil dari : http://c0ffecat-jun.deviantart.com/journal/

03
Apr

Trivia Sherlock Holmes dalam Detektif Conan

Ngomongin soal Detektif Conan, pasti inget ama sang mangaka Aoyama Gosho… otak kelabunya yang telah membuat sebuah karya yang diilhami dari novel misteri favoritnya–sekaligus juga favorit saya–Sherlock Holmes, karya Sir Arthur Conan Doyle. Siapa yang tak kenal nama besar novelis misteri yang satu ini?  Para  pecinta cerita misteri pastilah pernah mendengar namanya. Seorang pionir yang amat piawai meramu cerita detektif dalam Sherlock Holmes ini.

Begitu pulalah dengan manga detektif conan karya Aoyama Gosho, yang tak terlepas dari novel Sherlock Holmes. Mungkin kekaguman tokoh utama manga ini terhadap Sherlock Holmes mewakili kekaguman Aoyama Gosho sendiri pada Sherlock Holmes. Jika dibaca dari volume pertama hingga yang terbaru, ada beberapa kasus dalam manga detektif Conan yang membawa-bawa nama Holmes. Seperti kasus pembunuhan saat pertemuan para penggemar Sherlock Holmes, disini muncul juga gambar boneka menari yang para penggemar Sherlock Holmes pasti tahu bahwa itu adalah kasus unik yang takkan bisa dilupakan, termasuk saya.

Selain pada kasus, dalam kehidupan sehari-hari pun cukup banyak trivia Sherlock Holmes yang muncul dalam Detektif Conan :

1. Tanggal lahir Shinichi Kudo (4 Mei) sama dengan tanggal dimana pertarungan legendaris Sherlock Holmes vs Prof. James Moriarty di Air Terjun Reichenbach.

2.  Alamat Shinichi, Beika Street Blok 2 no. 21. Sebenarnya hanyalah perubahan dari Bakerstreet 221B.

3. Kasus anjing hilang bernama doyle. Ada dua anjing lagi yang dimiliki pemilik anjing yang hilang itu, Arthur dan Conan (sudah almarhum). Jika ketiga nama anjing ini digabung, Arthur Conan Doyle, adalah nama novelis yang membuat Sherlock Holmes.

4. Saat Shinichi mengecil menjadi Conan pun, nama Conan diambilnya dari Nama Sir Arthur Conan Doyle.

5. Tempat pertemuan Shuichi Akai dan Rena Mizunashi di Raiha, pengucapannya mirip dengan Reichenbach (dibaca dengan logat jepang tentunya).

6. Dalam Detective Conan The movie 6, The Phantom of Bakerstreet, backgroundnya betul-betul berada di London abad 19, tempat dimana Sherlock Holmes berada. Padahal Sherlock Holmes kan tokoh fiksi? Nah lho? yah, kalau penasaran… silakan tonton sendiri.

Dan masih banyak lagi… tapi saya tidak begitu ingat kesemuanya. Butuh waktu lama untuk membaca keseluruhan manga detektif conan dari awal sampai yang terbaru… untuk sementara saya tuliskan ini dulu. Kalau nanti saya ingat yang lain lagi, pasti akan saya update ^^

gomennasai…

29
Mar

Apa Salah Komik?!

Apa sih kesan yang pertama kali muncul dari bacaan bernama komik? Bacaan anak-anak yang sederhana dengan gambar dan cerita. Ya, komik cenderung dikategorikan sebagai bacaan anak-anak untuk hiburan. Bahkan tidak sedikit orangtua yang menganggap komik tidak layak dikonsumsi anak-anak karena isinya yang sama sekali tidak mendidik. Tidak hanya itu, selain di cap buruk di masyarakat, komik juga merupakan bacaan terlarang berada di perpustakaan. Bahkan tidak jarang siswa dihukum karena membawa komik ke sekolah.

Sebenarnya tidak sepenuhnya benar seperti itu. Komik bukan hanya adalah bacaan anak-anak. Di Jepang, yang merupakan pengekspor komik terbesar di Indonesia, komik tidak hanya dikategorikan sebagai bacaan anak-anak saja, tetapi juga ada yang dikategorikan bacaan remaja hingga dewasa tergantung dari isi komik itu sendiri. Namun, setelah komik-komik tersebut masuk ke Indonesia, penyensoran dan pengkategorian komik menjadi berubah drastis. Ada komik untuk dewasa dikategorikan komik anak-anak, misalnya saja adalah komik Crayon Shinchan, hampir tak ada anak yang tidak mengenal komik yang satu ini. Padahal di Jepang, komik Crayon Shinchan dikategorikan sebagai bacaan dewasa. Itu adalah sedikit contoh bagaimana pengkategorian komik di Indonesia kurang berjalan baik.

Kembali ke permasalahan awal, komik tidak hanya berisi cerita yang hanya sekadar cerita. Sepanjang saya sendiri mengkonsumsi komik sedari kecil, di balik cerita-cerita dalam komik yang notabene sering diasumsikan tidak mendidik oleh kebanyakan orang, di sisi lain komik juga menyiratkan pesan moral. Antara lain tentang persahabatan, perjuangan hidup, prinsip, kesetiakawanan, konflik, kepahlawanan, bahkan sampai nasionalisme.

Sebagai contoh, komik yang saya sendiri sangat menyukainya karena pesan moral yang dikandungnya, adalah komik Whistle. Komik ini menceritakan tentang seorang anak SMP yang berusaha keras untuk menjadi seorang pemain sepakbola profesional. Padahal pada awalnya dia hanyalah seorang pemungut dan pembersih bola. Tetapi karena sangat menyukai sepakbola, dengan usaha yang dimulainya dari nol itulah akhirnya ia bisa merangkak naik sedikit demi sedikit menjadi pemain yang bisa diandalkan oleh timnya. Pengarang komik ini, Daisuke Higuchi, seolah ingin mengatakah bahwa seburuk apapun kemampuan seseorang dalam suatu bidang, asalkan menyukainya dan terus maju untuk menggapainya, tidak ada yang tidak mungkin.

Itu hanyalah salah satu dari sekian banyak komik yang beredar. Memang tidak dipungkiri bahwa ada komik-komik yang mengetengahkan tentang kekerasan, semisal komik Naruto, Dragon Ball, dll. Namun, dibalik itu semua juga tersirat makna bahwa kebaikan selalu menang atas kejahatan.

Contoh di atas adalah jenis komik yang mengetengahkan tentang perjalanan kehidupan manusia. Namun, sekarang ini pun tidak sedikit komik-komik tentang pendidikan. Seperti komik hasil karya seorang fisikawan Indonesia, Prof. Yohanes SuryaPhD, yang dibawakan ala komik Jepang atau Manga dengan tokohnya Archi dan Meidy. Komik yang bertema tentang fisika ini menceritakan tentang sepasang anak kembar yang menjalani kehidupan sebagai anak sekolah dasar. Segala kejadian dalam kehidupan mereka di sekolah dan rumah, sesuai dengan konsep dari ilmu-ilmu dasar fisika. Petualangan yang terjadi juga diselingi dengan humor-humor segar. Merupakan media yang mengasyikkan sekaligus bisa mendidik anak untuk belajar Fisika.

Jadi, janganlah selalu menjadikan komik sebagai tersangka utama dalam kemalasan sang anak belajar. Bukan salah komik jika anak lebih suka membacanya daripada buku pelajaran. Peran para orangtua sendiri juga tidak bisa lepas dari permasalahan ini. Orangtua seharusnya dapat bertindak secara bijak dalam mendisiplinkan anak-anak mereka. Jangan selalu mengkambinghitamkan komik sebagai biang keladi.

Akhirnya, saya hanya dapat mengatakan bahwa kita harus lebih selektif dalam memberikan bacaan untuk anak. Jika hanya buku pelajaran saja, tentu anak akan bosan. Cobalah memberi anak komik-komik yang bertema pendidikan. Anak-anak mendapatkan hiburan yang menyegarkan sekaligus dapat belajar dari komik-komik tersebut…

Mari kita kembangkan komik pendidikan… Mengemas pendidikan dalam bacaan menghibur seperti komik, tidak ada ruginya, bukan?

22
Mar

Pemandangan di Langit Malam

Aku teringat saat melihat langit malam di bulan puasa tahun lalu, indah sekali… Sehingga muncul di benakku, sebenarnya ada berapa bintang di jagat raya ini? Sekarang, aku jadi merasa bodoh, untuk apa aku tanyakan hal seperti itu… pada diri sendiri pula. Bukankah sudah amat jelas, di jagat raya ini bintang amatlah banyak, terlalu banyak sehingga para ilmuwan pun menamai bintang hanya dari yang paling terang di rasinya masing-masing saja.

Ngomong-ngomong soal rasi bintang atau bahasa ilmiahnya konstelasi, ternyata sudah ada sejak jaman dulu. Sejak peradaban kuno, tepatnya jaman Babilonia kuno, bintang-bintang yang berdekatan dan menyerupai bentuk tertentu dikelompokkan dan diberi nama. Nah, kelompok bintang inilah yang kemudian disebut sebagai konstelasi (rasi). Tahun 1928, International Astronomical Union meresmikan 88 rasi bintang; 48 dari peninggalan yunani kuno, 40 dari belahan bumi selatan.

Di luar 88 rasi bintang ini, ada juga pengelompokan bintang yang dinamai asterism. Contohnya saja, ada pleiades, summer triangle (belahan bumi selatan) a.k.a winter triangle (belahan bumi utara), salib utara, dll.

gugus bintang pleiades

Gb. Gugus bintang Pleiades, sebuah gugus terbuka di rasi Taurus

Jika ingin melihat daftar rasi bintang, klik disini

Klo yang ini, daftar rasi bintang berdasarkan luas

klik disini

22
Mar

Dunia dalam Tegar

Bila kita lihat kembali bumi sekarang… apa yang dapat terlihat kini? keruh. Bumi tak lagi tampak bersih. Banyak sekali pencemaran yang terjadi, mulai dari air, darat, udara…tak ada yang luput dari polusi… penebangan pohon secara liar, penggundulan hutan, pembakaran hutan, penambangan liar… entah berapa banyak lagi kerusakan bumi karena ulah manusia. Dan topik yang sekarang sedang panas-panasnya adalah global warming alias pemanasan global.

Hingga akhirnya ketika dunia mulai marah, ketika bencana alam mulai melanda, siapa yang patut untuk dipersalahkan? Semua manusia yang punya hati pasti akan tersadar kalau semua yang terjadi adalah ulah mereka sendiri. Siapa yang menanam pasti akan menuai. Umat manusia mulai bertindak dengan gencar memprotes perusakan terhadap bumi, mulai memasang spanduk mengenai peringatan akan pemanasan global. Mereka tidak hanya bicara, tapi juga mulai bertindak. Hanya saja, apa yang telah dilakukan sedikit terlambat…akan butuh waktu puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan tahun agar segalanya kembali normal. Tetapi, apakah kita akan diberi banyak waktu untuk itu? bagaimana generasi sesudahnya? apakah mereka akan melanjutkan perjuangan manusia masa sekarang? tak ada yang tahu.

Tapi manusia tak akan pernah kehilangan harapan untuk mendiami bumi yang lebih baik. Tak akan pernah. Namun, semua akan sia-sia saja jika tak ada penanganan serius dari semuanya. Tak perlu banyak bicara tentang hal-hal besar yang belum tentu bisa terealisasi dengan baik. Tak perlu banyak bicara. Hanya tindakan riil yang dibutuhkan untuk ini semua. Sekecil apapun itu. Bukan obrolan yang tak punya arah, bukan perdebatan panjang yang tak tahu mana ujung mana pangkal, bukan sekedar coba-coba, melainkan tindakan. Benar-benar tindakan. Tindakan nyata untuk dunia yang telah terluka oleh ulah kaki-tangan manusia.

Dan pada akhirnya, manusia perlu merenung. Renungan untuk bumi. Lalu bertindaklah sebelum betul-betul terlambat.

Dunia dalam Tegar

 

 

Sesosok pagi itu datang
Menghadirkan semangat
Meski hanya sebentang cakrawala

 

Sapaan alam yang menggema
Mengusik diri yang menyepi
Mengguratkan pesan sebuah nama

Alam…
Topangan hidup para insan-Nya
yang seolah lupa
akan bisikan dari surga

 

Belaian angin…
Arakan awan…
Deburan ombak…

 

Seakan menanti tangan-tangan itu
Membenamkannya ke dasar hati manusia
Tak ada yang salah dengan alam

 

Meski kelam membelam
Meski tangan-tangan itu berulah
Meski kehendak tak tersampaikan
Dunia tetap mengulum senyum

 

Tak terhitung derita dunia
Oleh tangan-tangan makhluk-Nya
Tangan jahanam yang merambah jantung dunia

 

Kita…
Manusia…
Insan dunia yang durhaka pada ibu pertiwi
Pantaskah kita menghirup nafas kehidupan…
Setelah kita menoreh luka pada dunia?
Pantaskah kita?

 

Sesaat dunia marah
Sesaat kita tersadar
Sesaat dunia tertawa
Sesaat itu kita kembali lupa

 

Namun…
Dunia tetap mengulum senyum
Senyum yang takkan pernah lenyap
Dari wajah dunia yang telah luka…




Lovely Quote

Komentar Terakhir

 

Agustus 2009
M S S R K J S
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

cbox